Pendidikan dan Pelatihan

Pendidikan tidak hanya bertatap muka saja tapi bisa dengan cara apapun yang di dapat.

My Life is Adventure

Petualang merupakan cara menikmati keindahan alam yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, Petualang tak harus tempat yang mewah hutan, pantai, air terjun merupakan keindahan yang tak tertandingi.

Disiplin Berani dan Setia

Disiplin waktu, peraturan, Berani mengambil resiko tapi harus terukur, dan Setia.

Anak adalah Generasi Emas

Anak adalah generasi emas yang harus di didik dengan keteladan supaya terbentuk moral dan mental yang baik.

................

Semangat.

Tampilkan postingan dengan label Profesi Kependidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profesi Kependidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juni 2014

INSTRUMEN KINERJA GURU



TUGAS
INSTRUMENT KINERJA GURU
Mata Kuliah     : Profesi Kependidikan
Pengampu        : Warsiti,S.Pd., M.Pd.
                        
 
Disusun Oleh:
Kelompok 5 Kelas VI B
Titis Prihatiningtyas                        K7110571                  
Muh. Fatkhu Rohman A.               K7110544
Siti Fatimah                                     K7110561                  
Syukron Zahidi Ar.                         K7110567


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2013

GURU JUJUR PESERTA DIDIK MUJUR



GURU JUJUR PESERTA DIDIK MUJUR

Syukron Zahidi Arrahmi
Mahasiswa FKIP UNS

ABSTRAK
Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengupas beberapa hal yang sering terlupa oleh guru diantaranya: (1) pentingnya kejujuran bagi guru untuk mewujudkan peserta didik yang mujur; (2) strategi penanaman kejujuran ke peserta didik; (3) pengaruh dari guru yang jujur terhadap peserta didik berdasarkan kajian teoritis.
Metode dalam penulisan artikel adalah dengan pendekatan kualitatif yang didasarkan pada kajian pustaka dengan mempertimbangkan sumber-sumber yang dapat dipercaya.
Hasil Pembahasan pentingnya kejujuran sudah jelas tercantum dalam QS. Al-ahzab 70 dan beberapa hadis. Jujur digolongkan sesuai niat, tekad, amal, dan perbuatan. Strategi penanaman kejujuran dengan cara bercermin, budaya, dan pujian. Pengaruh guru dalam pembentukan peserta didik mujur sangat dominan karena guru aktor utama atau orang tua yang sering bertemu dengan siswa.
Kesimpulannya guru yang jujur dapat mempengaruhi kemujuran dari peserta didik. Karena jujur meliputi dari jujur dari niat, tekad, amal, dan perbuatan.

Kata kunci: Guru, Jujur, Peserta didik, Mujur

ORGANISASI PROFESI



MAKALAH
ORGANISASI PROFESI

Mata Kuliah     : Profesi Kependidikan
Pengampu        : Warsiti,S.Pd., M.Pd.

                        


Disusun Oleh:
Kelompok 5 Kelas VI B
Titis Prihatiningtyas                        K7110571                  
Muh. Fatkhu Rohman A.               K7110544
Siti Fatimah                                     K7110561                  
Syukron Zahidi Ar.                         K7110567




FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2013

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Profesionalisme merupakan tuntutan bagi para pekerja yang bekerja di pekerjaan yang telah diakui sebagai profesi. Dengan tuntutan yang semakin meluas, banyak orang mengharapkan semua pekerjaan harus bertindak atau bekerja secara profesionalisme padahal masih banyak orang kurang paham apa yang dimaksud dengan profesionalisme. Dalam bahasa awam pula, seseorang disebut profesional jika kerjanya baik, cekatan, dan hasilnya memuaskan.

PENDIDIKAN INDONESIA DARI MASA KE MASA



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadia, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. (UURI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional)

TANTANGAN PENDIDIKAN DI ERA GLOBAL



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Globalisasi merupakan suatu keniscayaan bagi semua bangsa, termasuk Indonesia. Bangsa Indonesia juga sudah kenyang merasakan bagaimana manis dan pahitnya terbawa arus globalisasi. Gerakan reformasi yang berhasil menumbangkan rezim Soeharto tidak lepas dari berkah reformasi. Sebaliknya, merebaknya kejahatan dan pornografi, misalnya, tidak dapat dilepaskan dari dampak buruk globalisasi. Globalisasi akan membawa perubahan yang mencakup hampir semua aspek kehidupan, termasuk bidang teknologi, sosial, dan pendidikan.

TANTANGAN MASA DEPAN PENDIDIKAN DI INDONESIA



BAB I
PENDAHULUAN
A.  Pendahuluan
Pendidikan merupakan sektor yang sangat menentukan kualitas suatu bangsa. Kegagalan pendidikan berimplikasi pada gagalnya suatu bangsa. Keberhasilan pendidikan juga secara otomatis membawa keberhasilan sebuah bangsa.
Saat ini, dunia pendidikan nasional Indonesia berada dalam situasi “kritis” baik dilihat dari sudut internal kepentingan pembangunan bangsa, maupun secara eksternal dalam kaitan dengan kompetisi antar bangsa. Fakta menunjukkan bahwa, kualitas pendidikan nasional masih rendah dan jauh ketinggalan dibandingkan dengan negara-negara lain. Berbagai kritikan tajam yang berasal dari berbagai sudut pandang terus ditujukan kepada dunia pendidikan nasional dengan berbagai alasan dan kepentingan.

STRATEGI PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Sejak tahun 2005, isu mengenai profesionalitas guru gencar dibicarakan di Indonesia. Profesionalitas guru sering dikaitkan dengan tiga faktor yang cukup penting, yaitu kompetensi guru, sertifikasi guru, dan tunjangan profesi guru. Ketiga faktor tersebut merupakan latar yang disinyalir berkaitan erat dengan kualitas pendidikan. Guru profesional yang dibuktikan dengan kompetensi yang dimilikinya akan mendorong terwujudnya proses dan produk kinerja yang dapat menunjang peningkatan kualitas pendidikan. Guru kompeten dapat dibuktikan dengan perolehan sertifikasi guru berikut tunjangan profesi yang memadai menurut ukuran Indonesia. Sekarang ini, terdapat sejumlah guru yang telah tersertifikasi, akan tersertifikasi, telah memperoleh tunjangan profesi, dan akan memperoleh tunjangan profesi. Fakta bahwa guru telah tersertifikasi merupakan dasar asumsi yang kuat, bahwa guru telah memiliki kompetensi. Kompetensi guru tersebut mencakup empat jenis, yaitu (1) kompetensi pedagogi (2) kompetensi profesional, (3) kompetensi sosial, dan (4) kompetensi kepribadian.

KEPRIBADIAN DAN PROFESIONALISME GURU



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
            Era globalisasi memberikan dampak positif sekaligus negatif bagi dunia pendidikan. Salah satu dampak negatif dari arus globalisasi adalah terkikisnya nilai-nilai moral bangsa karena pengaruh budaya asing yang kadang kurang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Bangsa yang menginginkan warga negara yang cerdas, beriman, dan bertaqwa, perlu memperhatikan pendidikan anak.

STANDAR PROFESIONALITAS GURU



BAB  I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan adalah karya bersama yang berlangsung dalam suatu pola kehidupan insan tertentu dan suatu sistem yang dikelompokkan menjadi dua sistem yakni sistem mekanik dan sistem organik. Sistem mekanik adalah melihat pendidikan sebagai suatu proses yang melibatkan input-proses-output yang terdapat kausal bersifat langsung dan linier. Pandangan ini menunjukkan bahwa intervensi untuk mempengaruhi output dapat didesain dengan memanipulasi input. Sebagai mana diketahui input dalam proses pendidikan mencakup siswa, guru, kurikulum, materi pelajaran, proses pembelajaran, ruang kelas dan pergedungan, peralatan dan kondisi lingkungan. Artinya, upaya untuk meningkatkan mutu output dilakukan dengan menambah atau meningkatkan kualitas input.

TUGAS, PERAN, DAN TANGGUNGJAWAB GURU



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pembahasan mengenai guru selalu menarik, karena ia adalah kunci pendidikan. Artinya, jika guru sukses, maka kemungkinan besar murid-muridnya akan sukses. Guru adalah figur inspirator dan motivator murid dalam mengukir masa depannya. Jika guru mampu menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi anak didiknya, maka hal itu akan menjadi kekuatan anak didik dalam mengejar cita-cita besarnya di masa depan.