Pendidikan dan Pelatihan

Pendidikan tidak hanya bertatap muka saja tapi bisa dengan cara apapun yang di dapat.

My Life is Adventure

Petualang merupakan cara menikmati keindahan alam yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, Petualang tak harus tempat yang mewah hutan, pantai, air terjun merupakan keindahan yang tak tertandingi.

Disiplin Berani dan Setia

Disiplin waktu, peraturan, Berani mengambil resiko tapi harus terukur, dan Setia.

Anak adalah Generasi Emas

Anak adalah generasi emas yang harus di didik dengan keteladan supaya terbentuk moral dan mental yang baik.

................

Semangat.

Tampilkan postingan dengan label Kebudayaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebudayaan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juni 2014

Pengertian, Macam dan Fungsi Keluarga



A.      Pengertian Keluarga
Keluarga (bahasa Sanskerta: "kulawarga"; "ras" dan "warga" yang berarti "anggota") adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Selasa, 03 Juni 2014

IMBUHAN BEBARANGEN LONGGAR



A.    Latar Belakang
Widyatembung ngemu teges ‘ilmu bab tembung’. Tembung iku rerangkening swara kang kawedhar saka jroning tutuk kang ngemu teges lan kasumurupan surasane. Saben rerangken swara kang metu saka jroning tutuk tur ngemu teges kuwi diarani tembung, dene yen ana rerangken swara kang metu saka jroning tutuk tanpa mawa teges, rerangken swara iku kalebu sempalaning paramasastra kang ngrembug lan nyinau bab tembung, dumadine tembung, lan owahe sawijining tembung dadi tembung liya karana kawuwuhan imbuhan (pengimbuhan/ afiksasi), karangkep (pengulangan/ reduplikasi), utawa kagabung/ kacambor (pemajemukan/ kompositum). Ing ilmu basa widyatembung lumrah sinebut morfologi. Tembung ing basa jawa bisa dibedakake adhedhasar wujud lan jinise.
Imbuhan (afiks) wonten sekawan inggih punika ater-ater, seselan, panambang, lan imbuhan bebarengan. Imbuhan bebarengan dipunbagi dados kalih, inggih punika imbuhan bebarengan rumaket lan umbuhan bebarengan renggang. Wonten ing makalah niki badhe dipunrembag babagan imbuhan bebarengan renggang (longgar).

TOKOH-TOKOH WAYANG DAN KETERANGANYA



Wayang adalah seni dekoratif yang merupakan ekspresi kebudayaan nasional. Disamping merupakan ekspresi kebudayaan nasional juga merupakan media pendidikan, media informasi dan hiburan. Wayang merupakan media pendidikan, karena ditinjau dari segi isinya banyak memberikan ajaran – ajaran kepada manusia. Baik manusia sebagai individu atau sebagai anggota masyarakat. Jadi wayang dalam media pendidikan, terutama pendidikan budi pekerti, besar sekali manfaatnya. Wayang menjadi media informasi, karena dari segi penampilannya, sangat komunikatif dan dapat dipakai untuk memahami suatu tradisi, serta dapat dipakai sebagi alat untuk mengadakan pendekatan kepada masyarakat, dan memberikan informasi mengenai masalah – masalah kehidupan serta segala seluk – beluknya. Wayang juga dianggap sebagai media hiburan, karena wayang dipakai sebagai pertunjukan di dalam berbagai macam  keperluan  hiburan. Selain dihibur para peminat dibudayakan dan diperkaya secara spiritual.

MENELAAH AKSARA JAWA LAN PASANGANE



Aksara Jawa yang dalam hal ini adalah Hanacaraka (dikenal juga dengan nama Carakan) adalah aksara turunan aksara Brahmi yang digunakan atau pernah digunakan untuk penulisan naskah-naskah berbahasa Jawa, Makasar, Madura, Melayu, Sunda, Bali, dan Sasak. Bentuk Hanacaraka yang sekarang dipakai sudah tetap sejak masa Kesultanan Mataram (abad ke-17) tetapi bentuk cetaknya baru muncul pada abad ke-19. Aksara ini adalah modifikasi dari aksara Kawi dan merupakan abugida. Hal ini bisa dilihat dengan struktur masing-masing huruf yang paling tidak mewakili dua buah huruf (aksara) dalam huruf latin. Sebagai contoh aksara Ha yang mewakili dua huruf yakni H dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata “hari”. Aksara Na yang mewakili dua huruf, yakni N dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata “nabi”. Dengan demikian, terdapat penyingkatan cacah huruf dalam suatu penulisan kata apabila dibandingkan dengan penulisan aksara Latin.

Adat Penganten Jawa



Jawa merupakan wilayah yang luas. Wilayahnya sesuai provinsinya dibagi menjadi enam provinsi yaitu Banten, Daerah Ibukota Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Wilayah Jawa merupakan wilayah yang paling utama di Indonesia dalamperkembangan di berbagai sektor. Misalnya ekonomi, teknologi, perhubungan dan lain sebagainya. Wilayah-wilayah ini mempunyai karakteristik masing-masing diberbagai sektor. Sektor budaya juga mempunyai karakteristik masing-masing.
Kebudayaan dan adat istiadat yang berada di Jawa dapat dibedakan adat yang dominan di Jawa yaitu Betawi (Jakarta), Sunda (Banten dan Jawa Barat), dan Jawa (Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur). Adat istiadat yang banyak macamnya dan pernikahan merupakan salah satu adat yang khas masing-masing daerah.

Hakikat Kebudayaan Jawa



Pada hakekatnya, kebudayaan jawa adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat jawa dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupaperilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa,peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat di daerah tertentu.

Adat Upacara Penganten Jawa



Kekayaan budaya di tanah Jawa dapat disimak lewat upacara pernikahan adatnya yang unik dan penuh makna. Aneka ragam tradisi dan bentuk-bentuk perkawinan yang menjadi bagian dari adat masing-masing wilayah. Budaya tanah  Jawa masih menyimpan sejuta keindahan dan keagungan yang tetap dipegang teguh oleh masyarakatnya. Hal ini bisa dilihat dalam upacara pernikahan yang penuh makna dan unik. Beragam tradisi dan tata cara pernikahan menjadi bagian dari adat masing-masing wilayah. Hubungan cinta kasih wanita dengan pria, setelah melalui proses dan pertimbangan , biasanya dimantapkan dalam sebuah tali perkawinan, hubungan dan hidup bersama secara  resmi  selaku suami istri dari segi hukum, agama dan adat.